Selasa, 15 Oktober 2013

Puasa Arafah didasarkan Wukuf atau Hari Arafah?

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada hari Arafah. Keutamaan puasa ini berdasarkan hadits Nabi SAW dari Abu Qatadah Al-Anshariy, berkata :

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
Artinya : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka beliau menjawab, “ Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim)1

Apakah hari Arafah didasarkan atas penetapan pemerintah Saudi Arabia, terkait dengan pelaksanaan wukuf di Arafah, ataukah berdasarkan ketetapan daerah setempat?
Jawabnya adalah kesunnahan puasa Arafah bukan didasarkan adanya wukuf, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia berbeda dengan di Saudi Arabia. Toleransi terhadap adanya perbedaan ini didasarkan atas hadits Kuraib, beliau berkata :

اَنَّ اُمَّ الْفَضْلِ بِنْتَ الْحَارِثِ بَعَثَتْهُ اِلَى مُعَاوِيَةَ باِلشَّامِ قاَلَ كُرَيْبٌ: فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَقَضَيْتُ حَاجَتَهَا وَاسْتُهِلَّ عَلَيَّ رَمَضَانُ وَاَنَا باِلشَّامِ فَرَاَيْتُ الْهِلاَلَ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ ثُمَّ قَدِمْتُ الْمَدِيْنَةَ فِيْ اَخِرِ الشَّهْرِ فَسَأَلَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ثُمَّ ذَكَرَ الْهِلاَلَ فَقَالَ: مَتىَ رَأَيْتُمُ الْهِلاَلَ؟ فَقُلْتُ: رَاَيْنَاهُ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ فَقَالَ: اَنْتَ رَاَيْتَهُ؟ فَقُلْتُ: نَعَمْ وَرَآهُ النَّاسُ وَصَامُوْا وَصَامَ مُعَاوِيَةُ فَقَالَ: لَكِنَّا رَاَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلاَ نَزَالُ نَصُوْمُ حَتىَّ نُكْمِلَ الثَّلاَثِيْنَ اَوْ نَرَاهُ فَقُلْتُ: اَوَ لاَ تَكْتَفِي بِرُؤْيَةِ مُعَاوِيَةَ وَ صِيَامِهِ؟ فَقَالَ: لاَ هَكَذَا اَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
Artinya : Sesungguhnya Ummul Fadl binti al-Harits mengutus Kuraib menemui Mu’awiyah di Syam. Kuraib berkata: Aku tiba di Syam. Lalu aku tunaikan keperluan Ummul Fadl. Dan terlihatlah hilal bulan Ramadlan olehku, sedang aku masih berada di Syam. Aku melihat hilal pada malam Jum’at. Kemudian aku tiba di Madinah di akhir bulan Ramadlan. Abdullah bin Abbas bertanya kepadaku, dan ia menyebut hilal. Ia berkata: “Kapan kamu melihat hilal?” Aku berkata: “Malam Jum’at.” Dia bertanya: “Apakah kamu sendiri melihatnya?” Aku menjawab: “Ya, dan orang-orang juga melihatnya. Mereka berpuasa, demikian juga Mu’awiyah.” Dia berkata: “Tetapi kami melihat hilal pada malam Sabtu, maka kami tetap berpuasa sehingga kami sempurnakan 30 hari atau kami melihat hilal”. Aku bertanya: “Apakah kamu tidak cukup mengikuti rukyah Mu’awiyah dan puasanya?” Lalu dia menjawab: “Tidak, demikianlah Rasulullah SAW menyuruh kami (HR. Muslim)2

Seandainya waktu puasa Arafah di dunia ini harus mengikuti waktu wuquf di Arafah yang dilakukan di Makah, maka ini akan timbul konsekwensi yang tidak ada satupun umat Islam berpendapat demikan. Misalnya kalau puasa di sebuah negeri yang perbedaan waktu antara negeri itu dan Makah mencapai dua belas jam, ini tentunya kalau siang di Makah, maka di negeri tersebut dalam keadaan malam. Maka apakah penduduk muslim negeri tersebut harus puasa pada`malam itu, bukan siangnya ? Karena mengikuti waktu wukuf di Arafah yang sedang dilaksanakan di Makah. Tentu tidak ada ulama yang berpendapat seperti ini. Dengan memahami logika ini, maka kita harus menjelaskan bahwa puasa Arafah tidak berhubungan dengan adanya wukuf, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia berbeda dengan di Saudi Arabia.

DAFTAR PUSTAKA
1.Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. III, Hal. 167, No. Hadits : 2804
2.Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. II, Hal. 765, No. Hadits : 1087

Kamis, 13 Juni 2013

Catatan Seorang Anak Muda, "Mereka Panggil Gue Teroris"

Ini pertanyaan dari seorang anak muda kaya' gue yang masih ngerasa penasaran banget dan masih minim ilmu. "Gue pengen tahu kenapa sih orang islam kudu disebut teroris?". Kesannya kejam, sadis abies dan sangar gitu. belum lagi sederet kisah yang disuguhkan di tivi, yang ratingnya bisa lebih tinggi dari sinetron tontonan emak- emak. Dalam bayangan gue, teroris tuh bawa senjata laras panjang, badannya berotot, suka ngerampok dan ngebajak pesawat, persis kaya' di film- film barat.  Tapi akhirnya gue shock dan nambah penasaran banget, saat ternyata seorang ustadz yang udah sepuh ditangkap dan ditampilkan ditivi, terus dijuluki sang teroris.

Yang lebih hebohnya,  sikap pak ustadz yang tetep tenang, cool dan santai banget. Ini justru kebalikan 180 derajat sama pengawal yang menangkap beliau. Mereka pakai baju dan senjata super lengkap. Kalau gue bilang sih lebay!!. secara gitu, si ustadz sudah sepuh, apa iya bakal ngelawan dengan segitunya. Biar kelihatan sangar kali ye.. heee....

Sikap pak ustadz ini yang akhirnya mancing rasa penasaran gue lagi. Kalau maling ketangkap, biasanya pada nunduk dan ekspresinya nggak asyik. Tapi yang gue lihat waktu itu, beliau tetap adem ayem damai sentosa.  Ada dua hal yang lalu mampir dipikiran gue. Beliau santai karena yang dilakukan adalah benar atau malah super benar, jadi pun kalau kena fitnah, kebenaran tetaplah kebenaran. Atau hal yang kedua adalah beliau hanya sekedar merasa benar atau dengan kata lain kebenaran versi belliau sendiri, sampai akhirnya beliau kudu ditangkap.

Investigasi berlanjut. Dari mulai tivi, majalah, koran sampe internet gue ubek- ubek. Gue juga banyak tanya dan mengamati. Segitu penasarannya, kenapa sih islam identik dengan teroris. Dan kenapa ada orang yang bisa santai, dan ademm banget saat dihujat orang sedunia, dan kenapa ada orang yang begitu semangatnya memberitakan berita tentang mereka, dan menyebut mereka teroris.

Akhirnya guepun sampai pada kesimpulan bahwa cinta itu memang butuh pengorbanan.Siapapun mereka yang rela disebut teroris, ampe dianiaya seperti apapun, adalah karena saking cintanya sama Allah. Mereka menjalankan aturan Islam yang sebenar-benarnya. Dan sebutan teroris hanyalah fitnah yang disiarkan buat menmagkas langkah mereka. Cinta mereka sama Allah nggak setengah- setengah kaya' orang munafik dan yang memilih kesenangan dunia. Dan Allahpun sayang dengan mereka yang benar- benar berjuang. Mereka yang difitnah sebagai teroris, nggak cuma omdo tapi pake bukti dan tindakan. Walaupun yang mereka lakukan bakal beresiko berat terutama buat diri mereka sendiri. Tapi tetep bos, yang namanya kebenaran sampe H-2 kiamat tetep aja bakal jadi kebenaran, dan kebenaran itu mutlak buat disampaikan.
Mereka nggak sesadis yang digambarkan ditipi- tipi tuh. Karena Islam memang bukan tentang kekerasan. Justru yang gue heran, yang pada nangkepin bos, pake acara ngegebuk, kalau perlu membunuh!! nah lho jadi siapa yang pake kekerasan?
So,... gue sebagai anak muda yang kritis, tentu saja nggak akan melewatkan hal itu juga dong. Siapa yang nggak mau dapat kecintaan Allah dan memahami kebenaran. Disayang mak gue aja, seneng. Nah ini disayang sama yang nyiptain gue, yang punya bumi dan galaksi milyaran yang gue bahkan nggak bisa ngitung. Ya so pasti, kalau gue tolak, gue bodoh kelas berat. Gue akhirnya  milih belajar tentang islam yang sebenarnya. Bukan yang modifikasi, ataupun yang abal- abal.

Hasilnya, terbukti...

Teroris, juga disematkan didepan nama gue. Sama juga kaya' mereka yang lain. Kenapa? akhirnya gue tahu alasannya. Karena gue belajar islam dengan SEUTUHNYA, dan coba mempraktekkan paling nggak ke diri gue sendiri. Jangan tanya siapa ngasih label begitu? yang pasti orang-orang yang nggak suka dengan islam. Tapi yang gue heran, justru banyak orang islam sendiri yang melakukan. #ralat, maksudnya orang islam tapi munafik. Tapi itu nggak masalah, semua  pasti tahu lah, dimana ada surga pasti ada neraka. dimana ada orang pengen baik, pasti bakal ada yang ngerecokin.

Gue emang masih muda. tapi belum tentu gue NGGAK bakal mati besok, atau hari ini. Hanya Allah yang tahu juga kan?. Nah karena itulah gue nggak mau hidup yang sekalinya ini,  gue setengah- setengah dalam belajar. Selain itu karena gue bukan pengecut yang cuma bisa diem kaya' setan bisu yang menyembunyikan kebenaran. gue juga bukan orang yang ahli bertengkar sama hati gue yang selalu mengajak di kebenaran. Gue merasa beruntung karena kebenaran yang gue pilih, bukan versi manusia, bukan buatan manusia, dan hasil pikiran manusia. melainkan langsung dari Allah yang menciptakan kita, termasuk kamu yang lagi baca.

So, buat siapapun kamu di luar sana, jangan pernah takut ketika kamu dilabeli apapun saat pengen jadi lebih baik. Dan hanya islam yang bakal menuntun kamu jadi lebih baik #maksud gue islam versi original, bukan yang KW.  Jangan mudah galau sama hujatan, makian ataupun cobaan yang bakal kamu dapat dari manusia disekeliling kamu. Emang kamu hidup bakal ngasih tanggung jawab ke meraka. nggak lah!! entar kita sendiri- sendiri menghadap Allah, dan bakal ditanyain sendiri juga sama Allah. yang dulunya belain dan melindungi kamu di dunia, nggak bakalan bisa lagi ngebela kamu diakherat. semua bakalan kamu tanggung sendiri, baik ataupun buruk kamu yang bakal nanggung sendiri. Dan asal kamu tahu aja, orang yang membenci kamu, memusuhi dan bahkan menyiksa kamu, seharusnya dialah orang yang bener- bener rugi. Kalau memang dia sebenarnya baik, dia akan ngerasa sedih karena kudu bertarung sama batinnya sendiri saat memusuhi kamu. Kalau memang dia jahat, sesungguhnya Allah sudah menggunci mati hati nuraninya dari memahami nilai kebenaran islam. Hey, adakah orang yang pantas dikasihani selain mereka?

So, mumpung masih muda, yuk kita belajar  jadi pemimpin yang baik atas diri sendiri, yang bakal ngantar diri kita sendiri kelak ditempat yang nyaman yaitu surga. kritislah dengan apa yang terjadi disekeliling kita, dan pandai- pandailah dalam membuat pilihan dan pemikiran. Nggak ada yang gratis bos, semua kisah di dunia bakal ada endingnya, semua perbuatan bakal ada pertanggungan jawabnya. Saatnya memilih tentang siapa dan bagaimana jati diri kamu, sekarang! 
(NayMa/voa-islam.com)

Kamis, 30 Mei 2013

DOA UNTUK PENGANTIN

Doa Keberkahan Nikah untuk Kedua Mempelai


Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a baynakumaa fii khair
"Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu. Dan semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan."
Derajat hadits doa nikah ini adalah Hasan Shahih, diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam senantiasa mendoakan orang yang melangsungkan pernikahan dengan mengucapkan "Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a baynakumaa fii khair." (HR Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah). [taz/voa-islam.com]

Do`a

--- DO`A ---
Audzubillahi minasyaithonirrojim. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan syakirin, hamdan na`imin, hamdan yuafi niamahu wayukafi mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yambaghi liljalali wajhika waadzimi sulthonik.

Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.


Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu`minina wal mu`minat, al ahyaai minhum wal amwat, Innakaala kulli syaiin qadir.

Rabbana hablana min azwajina wadurriyatina qurrata a`yun wajalna lil muttaqina imama. 


Robbi yidni ilma warzuqni fahmah.


Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnatibaah waarinal batilabatila warzuqnaj tinabah. 


Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin.

Rabbana latuzigh qulubana ba`da idzha daitaha wahablana minladunka rahmah, innakaantal wahhab.

Rabbanaghfirlana wali ikhwaninal ladzina sabaquna bil iman wala taj`al fi qulubina ghillalil ladzina amanu rabbana innaka raufurrahim.

Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa du`aana innaka antassami`ul alim. 


Allahumma inna nas`aluka salamatan fiddin, wa`afiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizki, watawbatan qablal mawt, warahmatan indal mawt, wamaghfiratan ba`dal maut.

Allahumma hawwin`alayna fi sakaratil mawt, wa najata minannari, wa afwa indal hisab.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar.

Washollallahu 'ala muhammadin wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in.

Subhana rabbikarabbil izzati amma yashifun wassalamun`alal mursalim. Walhamdulillahi robbil`alamin.

Doa setelah dzikir dan terjemahannya


Audzubillahi minasyaithonirrojim. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdan yu’afi niamahu wayukafi mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yambaghi liljalali wajhikal karimi wa’adzimi sulthonik.

Ya Allah ya Tuhan kami, segala puji untukMu, pemelihara alam semesta. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau limpahkan kepada kami. Segala puji atas keagunganMu, segala puji atas kemuliaanMu dan kekuasaanMu. Limpahkanlah shalawat dan salam kepaa junjungan kami nabi muhammad saw dan para pengikutnya sampai di akhir zaman.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar.

Ya Allah Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab api nerakaMu.

Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira. Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina mal mu’minat, al ahyaai minum wal amwat, innaka ‘ala kulli syai’in qadir.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah kami, ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah saudara-saudara kami, kerabat, musllimin muslimat, mu’minim mu’minat baik yang masih ada maupun yang telah wafat. Kasih sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami waktu masih kecil.

Rabbana hablana min azwajina wadurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama. Robbi yidni ‘ilma warzuqni fahmah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami isteri, suami, anak-anak dan keturunan sebagai penyejuk mata dan penenang hati. Jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.

Allahumma arinal haqqa haqqa waryuqnatibaah waarinal batilabatila warzuqnaj tinabah.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar adalah benar dan berikan kepada kami kekuatan dn kemampuan untuk menjalankannya, serta tunjukkan bahwa yang salah adalah salah dan berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk meninggalkannya.

Rabbana dzalamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lana kunanna minal khasirin.

Ya Allah Ya Tuhan kami, kami sungguh telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami maka niscaya kami termasuk golongan orang yang merugi.

Rabbana latuzigh qulubana ba’da idzha daitaha wahablana minladunka rahmah, innaka antal wahhab.

Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau tunjukkan kebenaran cahaya NurMu kepada kami. Karuniakanlah rahmat dari sisiMu karena sesungguhnya Engkaulah pemberi rahmat.

Rabbanaghfirlana wali ikhwaninal ladzina sabaquna bil iman wala taj’al fi qulubina ghillalil ladzina amanu rabbana innaka raufurrahim.

Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman. Dan jangan Engkau biarkan kekotoral mengisi hati kami. Sungguh Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa du’aana innaka antassami’ul alim.

Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, terimalah permohonan kami. Sungguh Engkau Maha mendengar lagi maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sungguh Engkau maha penerima taubat serta Maha Pengayang.

Allahumma inna nas’aluka salamatan fiddin, wa’afiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizki, watawbatan qablal mawt, warahmatan indal mawt, wamaghfiratan ba’dal mawt. Allahumma hawwin ‘alayna fi sakaratil mawt, wa najata minannari, wa afwa indal hisab.

Ya Allah ya Tuhan kami, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu dan berkah rizki, dapat bertaubat sebelum mti, mendapat rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami paa gelombang sakaratul maut. Bebaskanlah kami dari azb nerakaMu dan memperoleh ampunan ketika kami dihisab.

Read more: http://bejotech.blogspot.com/2012/07/doa-setelah-dzikir-dan-terjemahannya.html#ixzz2UmWrM5Ga

Rabu, 08 Mei 2013

PREDIKSI GOLPUT

Pengamat : Rakyat Bosan Memilih, Golput Menangkan Pemilu 2014

JAKARTA (voa-islam.com) - Akibat kinerja partai politik (parpol) dan para anggotanya yang jadi pejabat pemerintahan dinilai tidak maksimal memperjuangkan kepentingan rakyat, golongan putih (golput) diperkirakan akan memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
“Angka golput akan luar biasa, jika parpol tidak sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat. Golput bisa dipastikan menang jika kinerja parpol kita seperti ini, karena rakyat banyak yang kecewa,” kata pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusup kepada wartawan beberapa waktu lalu di Jakarta.
Asep menjelaskan, kinerja parpol yang tidak maksimal bisa dilihat dari Daftar Calon Sementara (DCS) yang diramaikan artis, para muka lama dan adanya DCS ganda. Proses pengkaderan yang seharusnya dilakukan parpol dengan sangat selektif juga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Program-program parpol tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga Demokrasi kita akan gagal. Coba cermati dan telusuri, apakah mereka koruptor, pengguna narkoba. Coba lihat program-programnya jelas atau tidak. Lalu coba lihat bagaimana visi misi mereka dalam meraih suara,” ujarnya.
...Angka golput akan luar biasa. Jika parpol tidak sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat, maka Golput bisa dipastikan menang...
Sedangkan Andrinof Chaniago, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) memprediksi bahwa jumlah warga negara yang nantinya tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014 akan naik. Indikasi tersebut terlihat dari masih tingginya angka pemilih golput dalam pelaksanaan sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada) beberapa waktu lalu.
“Bisa antara 35 hingga 40 persen jumlah pemilih yang golput,” ucap Andrinof saat dihubungi wartawan belum lama ini.
Dalam Pemilu Presiden 2009 misalnya, jumlah warga yang golput sebesar 49.677.776 atau 29, 0059 %. Jumlah tersebut secara resmi juga dimaktubkan dalam surat penetapan KPU mengenai perolehan suara nasional pemilu legislatif. Total pemilih yang menggunakan hak suaranya 121.588.366 dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 171.265.442.
Menurut Andrinof, jumlah angka golput yang mendekati angka 30 % itu tergolong besar, meskipun masih lebih kecil dari hasil survei yang memprediksi angka golput bisa mencapai %. Sementara itu, total suara sah 104.099.785, dan suara tidak sah 17.488.581.
Kasus tingginya angka golput itu, kata Andrinof, dapat dipastikan akan berulang saat pemilu 2014 mendatang. “Tidak hanya pada saat pemilu legislatif saja, melainkan tinggi angka golput juga akan terjadi pada saat pemilu presiden. Hal itu disebabkan karena banyaknya sejumlah kasus yang saat ini tengah membelit parpol,” ungkapnya. [Bekti/dbs]

Selasa, 11 Desember 2012


Ngakunya Muslim Tapi Blusukan ke Upacara Kemusyrikan

Ngakunya Muslim, tapi Blusak-blusuk ke Upacara Kemusyrikan dan Kekafiran
Oleh: Hartono Ahmad Jaiz

Mendidik manusia agar menjadi hamba Allah yang taat kepada Allah ta’ala tidak mudah. Lebih sulit dibanding mendidik kerbau agar bisa digunakan untuk membajak sawah. Juga lebih sulit dibanding memproses ubi gadung yang beracun agar jadi nyamikan yang renyah untuk dinikmati. Padahal, ubi gadung pun ketika digarap sembarangan, bukannya jadi makanan yang enak dinikmati namun justru jadi bahan beracun yang ketika dimakan mengakibatkan ‘mendem”, mabuk yang sangat menjadikan pusing kepala.

Manusia justru lebih dari itu. Kalau salah kedaden, salah cetak atau bahasa kininya mungkin mirip dengan produk gagal, maka bukannya berguna bagi kehidupan dunia apalagi akheratnya, namun justru menjadi perusak. Baik merusak dalam urusan dunia maupun akibatnya akan menjerumuskan dirinya sendiri dan manusia lainnya ke neraka di akherat kelak.

Manusia ini rawan “salah kedaden”, rawan salah cetak, dan rawan jadi produk gagal. Namun belum tentu dari awalnya diantisipasi oleh manusia itu sendiri, baik orang tuanya, masyarakat, guru-gurunya, dan bahkan pemimpin pemerintahannya. 

Coba mari kita lihat dan bandingkan, antara ajaran Islam dan praktek manusia yang mengaku Muslim, maka sering kita lihat, betap jauh bedanya. Hingga tidak sedikit, ngakunya Muslim, tapi blusak-blusuk ke upacara kemusyrikan, kekafiran dan sebagainya.

Dari ketika masih bayi pun seolah sudah ada proses untuk jadi manusia yang “salah kedaden” atau salah cetak.

Dalam Islam, setiap menengoki bayi, sebenarnya sudah ada doanya yang dicontohi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat dari Ibnu Abbas.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ : « أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ ». سنن أبى داود – (ج 13 / ص 473) قال الشيخ الألباني : صحيح


Dulu Rasulullah mendo`akan perlindungan untuk Hasan dan Husain  radhiyallahu ‘anhuma yang baru lahir, “Aku memohonkan perlindungan atas kalian berdua dengan Kalimat-kalimat Allah yang
sempurna dari segala syaitan dan binatang berbisa, serta dari setiap pandangan mata orang yang dengki.”
 (HR Abu Dawud, kata Syaikh Al-Albani: shahih).

Kata ganti (dhomir) kuma (kalian berdua – karena bayinya dua laki-laki) itu tinggal diganti, bila satu laki-laki diganti ka, jadi u’iidzuka. Dan bila perempuan satu maka ki, yaitu u’iidzuki.

Dalam kenyataan, orang-orang yang menjenguk bayi jarang yang mendoakan demikian. Biasanya ada perkataan-perkataan yang terlontar sebagai rasa ikut gembira atau keakraban. Misalnya:

Aduuh… bayinya cakep banget, putih ya… kuning yaa. Mulus yaa. Matanya begini mulutnya begitu dan sebagainya.

Dengan adanya ungkapan yang menyanjung-nyanjung bayi, ataupun ada di balik itu memendam rasa dengki, maka perlu kita sadari, tuntunan Rasulullah adalah tuntunan terbaik. Oleh karena itu doa yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu penting diucapkan sebagai doa untuk bayi, agar Allah lindungi. Baik dari segala gangguan syetan, bahaya binatang berbisa, maupun segala bahaya mata yang dengki, yang dikenal dengan penyakit ‘ain.

Di Jawa masa lalu, sebelum adanya pengajian-pengajian yang sesuai sunnah, maka ucapan orang-orang yang menengoki bayi macam-macam. Bahkan rata-rata jorok dan aneh… masa’ rata-rata orang Jawa dulu di suatu desa yang 100 persen penduduknya Muslim, kalau mereka menengoki bayi, ucapan mereka adalah; aduuuh ayune/ baguse bayi iki kaya trk kebo… (aduh ayunya / bagusnya bayi ini seperti kemaluan kerbau…).

Coba kita bayangkan… Anak orang dikatain seperti kerbau. Penyerupaan dengan kerbau itu  saja sudah sengak (tidak enak) sekali rasanya. Apalagi ini malah sang bayi dikatain seperti kemaluan kerbau…. Bayangin…

Mungkin dulu kala masih bayi diserupakan kemaluan kerbau, kemudian kini ada yang jadi pejabat tinggi aqidahnya loyo

Itulah adat Jawa… di suatu tempat tempo dulu. Dan katanya kalau tidak mengikuti adat itu maka dianggap tidak njawani… dalam arti kurang baik, menurut sebagian mereka. Kenapa tidak sekalian dikatakan seperti monyet saja ya? Kenapa mereka pilih kebo alias kerbau? Padahal di Jawa itu sendiri kebo itu jadi lambang bodoh. Sehingga ada nyanyian Jawa untuk anak-anak sekolah rakyat zaman dulu (kini SD), yang intinya jangan sampai malas belajar. Kalau malas maka akan jadi orang yang “longa-longo kayak kebo” (artinya plonga-plongo tidak tahu apa-apa seperti kerbau).

Entah ada kaitan atau tidak dengan ucapan ‘Aduh bagusnya bayi ini, seperti kemaluan kerbau”itu tadi, tetapi dalam kenyataan kini, ada yang sampai jadi orang sangat tinggi kedudukannya pun ketika dikatain kayak kerbau dia hanya tengok kanan kiri… sambil monga-mangu, gendulak gendulik apa sido (jadi) apa ora… rupanya kemungkinan dari kecil sudah dikudang-kudang bahwa dirinya cakep, seperti kemaluan kerbau… Jadi “doa” ala Jawa kala itu, kini baru terijabahi… mungkin.

Lebih dari itu, ada yang sudah sampai berkedudukan sangat tinggi, tetap saja tidak tahu mana yang haq dan mana yang batil. Mana kebenaran yang harus dipegangi dan dibela, dan mana kesesatan yang harus dibenci dan dijauhi pun tidak tahu. Bahkan lebih buruk lagi, membenci dan menjauhi kebenaran, sambil membela dan menyukai kesesatan. Padahal di tangannyalah kendali untuk dilarangnya kesesatan. Sehingga akibatnya, bukannya di negeri yang dia pimpin itu kesesatan dia larang, tapi justru dia bela, dan pembelaannya itu dia banggakan lagi kepada utusan-utusan luar negeri. Astaghfirullahal ‘adhiem.

Sebaliknya, suatu ketika orang yang mungkin ketika lahir dikudang-kudang bahwa dirinya cakep seperti kemaluan kerbau ini ketika jadi petinggi yang dikenal berfaham pluralism agama, suatu ketika dia mendengarkan khutbah Jum’at tempat yang dia jadi penguasanya, dia dengarkan QS 3: 19 yang menegaskan agama yang diterima oleh Allah itu hanyalah Islam. Maka ghirah sesatiyah orang ini meradang, hingga diperintahkanlah ta’mir masjid untuk mencoret khatib itu dari jadwal yang telah tercantum setahun di antara para khatib. Karena khutbahnya jelas bertentangan dengan pluralism agama alias kemusyrikan baru yang dia bela.

Di balik itu, kalau yang namanya perayaan-perayaan kemusyrikan, maka hayo saja. Diundang natalan… hayo… dia nongol paling depan. Diundang waisakan… hayo… dia juga di paling depan. Diundang cap go meh-an… hayo… dia juga nongol di barisan terdepan. Diundang untuk diberi gelar dari agama kekafiran… hayoo… Sebenarnya agamanya apa?

Meskipun demikian, siapapun dirinya, selagi masih belum sakaratul maut, maka masih ada kesempatan mendandani diri dan bertaubat. Tinggal dirinya mau atau tidak, itu persoalannya.

Bila seorang muslim bertaubat dari dosa-dosa besarnya sebelum sakaratul maut dengan taubatan nashuha, taubat yang murni, benar-benar, maka insya Allah terhitung sebagai mukmin yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini:

عَنِ الْبَرَاءِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى قَوْلِ اللَّهِ (يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ) قَالَ « فِى الْقَبْرِ إِذَا قِيلَ لَهُ مَنْ رَبُّكَ وَمَا دِينُكَ وَمَنْ نَبِيُّكَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.


قال الشيخ الألباني : صحيح


Dari Al-Bara’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai firman Allah: (Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat;).(QS Ibrahim: 27) beliau (Nabi) bersabda: di dalam kubur ketika dikatakan kepadanya (orang mukmin) siapa Tuhanmu, dan apa agamamu, dan siapa nabimu. (HR At-Tirmidzi, ia berkata, ini hadits hasan shahih, berkata Syaikh Al-Albani: shahih).

Imam As-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan tentang orang-orang beriman yang Allah teguhkan itu, di kubur nanti, saat menghadapi pertanyaan dua malaikat (maka Allah meneguhkannya) dengan (memudahkannya untuk) menjawabnya dengan jawaban yang benar, ketika dilontarkan kepada mayat: Siapakah Rabbmu? Apakah agamamu? Dan siapakah nabimu?

Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk menjawab dengan benar, dengan menjawab,“Allah Rabbku, Islam agamaku, dan Muhammad nabiku.” (Tafsir As-Sa’di dalam QS Ibrahim: 27).

ونسأل الله أن يثبتنا وإياك بالقول الثابت، وأن يجعل قبورنا روضة من رياض الجنة ولا يجعلها حفرة من حفر النار

Kami mohon kepada Allah agar meneguhkan kami dan kamu dengan ucapan yang teguh itu, dan hendaknya menjadikan kubur kami taman dari taman-taman surga dan janganlah Allah menjadikannya lubang dari lubang-lubang neraka. Amien.

Bagaimana bila seseorang ketika di dunia sering ikut perayaan-perayaan aneka kekafiran dan kemusyrikan akan mampu menjawab pertanyaan Malaikat di kubur ketika diajukan pertanyaan:Apa agamamu?

Bahkan ketika ditanya: Siapa Tuhanmu, belum tentu mampu menjawab. Karena di perayaan-perayaan kekafiran dan kemusyrikan, Tuhan yang disebut-sebut bukanlah Allah Ta’ala yang tiada sekutu sama sekali bagi-Nya. [voa-islam.com]