Senin, 02 April 2012

USTADZ ARIFIN ILHAM DUKUNG HABIB RIZIEQ


Meski mendapat kecaman bertubi-tubi dari pemberitaan media massa sekular, namun Front Pembela Islam (FPI) tak sepi dari dukungan. Dalam akun jejaring sosialnya, pimpinan Majelis Adz-Dzikra, Ustadz Muhammad Arifin Ilham, menyatakan dukungannya secara terbuka kepada FPI. Arifin menyatakan,"Saya Muhammad Arifin Ilham mencintai Habib Rizieq Syihab dengan segala konsekwensi…teruslah duhai habib yang mulia, berdakwah dan berjihad…" tulis Arifin Ilham.
Selain pimpinan Majelis Adz-Dzikra, Ustadz Muhammad Arifin Ilham, yang menyuarakan dukungannya kepada FPI secara terbukan melalui akun jejaring sosialnya, dukungan juga datang dari politisi Partai Keadilan Sejahtera di Komisi III DPR. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan FPI dan Forum Umat Islam (FUI), anggota FPKS, Aboe Bakar Al-Habsy, menyatakan dukungannya terhadap kiprah dakwah FPI. Habib, demikian Aboe biasa disapa, menyatakan keheranannya mengapa FPI yang menjadi korban ancaman kekerasan di Kalimantan Tengah, tapi justru FPI yang menjadi bulan-bulanan media massa untuk dibubarkan. Anehnya, Presiden SBY pun turut berbicara meminta FPI introspeksi diri terkait peristiwa tersebut. "SBY harus introspeksi. Bangsa ini harus introspeksi. Kenapa FPI (yang) dipojokkan?" tegasnya.
Pernyataan Presiden SBY memang sungguh memprihatinkan. Sebagai kepala negara yang bertanggung jawab terhadap stabilitas nasional, harusnya ia mengecam keberadaan orang-orang bersenjata yang menerobos masuk ke bandara yang merupakan area objek vital negara. Apalagi, massa beringas juga sempat masuk ke landasan pacu pesawat. Sebagai kepala negara, apakah SBY tidak paham bahwa tindakan massa anarkis tersebut adalah pelanggaran hukum yang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa orang dan merusak citra Indonesia di mata internasional karena objek vitalnya begitu mudah dikuasai oleh massa anarkis bersenjata."Jadi siapa yang anarkis?" Gugat Aboe Bakar Al-Habsyi.
Kepada perwakilan FPI dan FUI yang datang mengadu ke DPR, politisi berperawakan subur ini menyatakan Fraksi PKS tidak akan tinggal diam menyikapi kasus ini. Jika memang ada aparat keamanan dan aparat pemerintahan terlibat dalam menggalang aksi massa penolakan FPI di Kalteng, Aboe meminta mereka semua diusut. Ia juga bangga dengan FPI karena telah menyalurkan aspirasi melalui jalur yang konstitusional dengan mengadukan persoalan ini ke DPR. "FPI adalah bagian dari anak bangsa yang mendapatkan hak-hak yang sama. Diantara hak itu adalah membuka cabang organisasi di seluruh wilayah Indonesia," paparnya.
Selain Aboe Bakar Al-Habsyi, koleganya sesama anggota FPKS, Indra, juga memberikan dukungannya kepada FPI. Indra mengatakan, pemberitaan miring terhadap FPI adalah bentuk diskriminasi media dan ketidakadilan. Indra menegaskan, keberadaan FPI dalam aksi nahi munkarnya adalah cermin dari kelemahan aparat dalam memberantas kemaksiatan."FPI tidak mungkin menyerbu tempat maksiat, jika polisi berani bertindak," tegasnya. (AW/Eramuslim.com)

MUSLIM YANG BAIK BICARA APA ADANYA


Ruarr Biasa, Seluruh Kiai NU Menolak Faham Sesat Liberalisme

JAKARTA (VoA-Islam) - Kader NU yang masih lurus, pasti  punya pandangan yang jernih, bahwa liberalisme tidak cocok untuk diterapkan oleh warga Nahdhiyyin. NU punya model dan pendekatan tersendiri, yakni Ahli Sunnah wal Jamaah (Aswaja).
Dikatakan Slamet Effendi Yusuf, seorang kader NU, ”Liberalisme adalah paham yang bermotif politik dan ekonomi. Sedangkan NU adalah organisasi keagamaan yang punya pendekatan Aswaja.Manhajul fikr (metode berfikirnya) NU adalah tasamuh, membangun pendapat yang tidak ekstrem. Liberalisme jelas tidak relevan dibicarakan di NU,” tukas Slamet.
Masih segar dalam ingatan, tatkala KH. Mas Subadar, kiai berpengaruh asal Pasuruan, Jawa Timur, melontarkan peringatan keras saat Muktamar NU di Boyolali, Desember 2004: "Bersihkan pengurus NU dari unsur Islam liberal." Sebelumnya, seruan yang sama juga terjadi saat Muktamar Pemikiran NU di Situbondo, Oktober 2003.
Komisi Bahts al-Masāil al-Maudhū’iyyah juga menolak metode hermeneutika yang dinilai sebagai agenda Islam liberal untuk menghancurkan Islam. Paham ini amat meresahkan para petinggi NU, sampai-sampai Ketua Umum PBNU KH.Hasyim Muzadi (ketika itu) pun harus turun tangan menertibkan.
“Saya minta nama NU tidak dibawa-bawa dalam gerakan pemikiran ini, karena bisa berakibat buruk bagi jam’iyyah NU yang komunitasnya sangat beragam”, kata Muzadi ketika memberi sambutan saat Muktamar Pemikiran Islam NU di Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah, Situbondo.
Muzadi kembali menegaskan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)-nya pada Muktamar NU ke-31: ”Gerakan pemikiran anak-anak muda NU itu telah melabrak batas-batas doktrin Islam.” Beberapa kiai senior NU, bahkan mewanti-wanti agar orang-orang yang distigma sebagai ‘Islam liberal’ tidak masuk dalam kepengurusan NU.
Meski demikian, “Orang-orang liberal itu harus tetap dihargai sebagai warga NU. Tapi untuk dijadikan pengurus perlu pertimbangan,” kata KH. Ali Maschan Moesa, Ketua PWNU Jatim ketika itu.
Desakan agar NU dibersihkan dari virus liberalisme, dinilai Slamet Effendi Yusuf, seorang kader NU, sebagai berlebihan. Begitu pula, jika ada yang menginginkan NU harus mengembangkan paham liberalisme pun juga berlebih-lebihan. ”Tidak usah juga liberalisme menjadi hantu bagi orang NU. Tapi juga tidak perlu didesak-desakkan liberalisme berkembang di lingkungan NU. Untuk apa?” ungkap Slamet. 
Slamet menilai, teman-teman muda NU yang terkagum-kagum dengan liberalisme, adalah anak muda yang sedang berproses mencari jatidiri. ”Mereka harus diajak dialog dan diarahkan agar tidak menyimpang dari manhaj NU. Saya yakin, suatu hari, anak muda yang pikirannya macam-macam, akan kembali pada pemikiran mainstrem di dalam Islam."
Sementara itu dikatakan Asrorun Ni’am, kader muda yang pernah aktif di IPNU, NU bukan disusupi. Pemikiran dari luar itu berkembang, bandulnya bisa ke kanan, bisa ke kiri. Tapi inti dariAhli Sunnah wal Jamaah (Aswaja) -- sebuah pendekatan yang selama ini dimiliki NU -- adalah tidak ekstrim kanan dan tidak ekstrim kiri, tidak muktazilah juga tidak jabariyah. NU berdiri diantara liberalitas kaum muktazilah dan ekstrimitas kaum jabbariyah. NU tampil sebagai penyeimbang.
Gerakan liberal, lanjut Ni’am, tidak senafas dengan nilai-nilai keberagamaan NU yang rahmatan lil alamin. NU lebih mengedepankan  al wasathoniyyah (modernisasi) dalam kehidupan bermasyarakat, membumikan nilai-nilai Islam yang bersifat universal secara hikmah. ”Orang yang terlalu liberal perlu direm untuk  dikembalikan pada koridornya. Begitu juga, orang yang terlalu radikal perlu ditekan, agar tidak menjadi ekstrim.”Desastian

SYIAH SAHABAT YAHUDI


Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…
[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.
[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.
Sejarah Syiah: "Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir."
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.
[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.
[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.
Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.
Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini?
Mari kita bahas secara ringkas dan praktis, dengan memohon pertolongan Allah Al Hadi…
PERTAMA. Kaum Syiah Rafidhah itu terus bekerja keras dan sangat nafsu, agar mereka tetap diakui sebagai Islam, tetap dipandang sebagai Muslim, tetap menjadi bagian dari kaum Muslimin sedunia. Hal ini adalah hakikat siksaan spiritual yang Allah timpakan atas hati-hati mereka, selamanya. Mereka telah sangat berdosa karena mencaci, melecehkan, mengutuk, dan mendoakan keburukan atas isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, dan para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Maka Allah pun menjadikan mereka selalu gelisah, takut, dan sangat menginginkan diberi label Islam atau Muslim. Mereka selalu dalam kebingungan seperti ini, layaknya Bani Israil yang kebingungan selama 40 tahun di Padang Tiih, karena telah menghina Musa ‘Alaihissalam dan Allah Ta’ala. Lihatlah manusia-manusia pemeluk agama Persia (Rafidhah) itu…mereka kemana-mana membawa laknat atas doa-doa laknat yang mereka bacakan untuk mengutuki manusia-manusia terbaik dari para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum.
KEDUA. Dalam sejarahnya, sejak zaman Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai hari ini, ketahuilah bahwa Syiah Rafidhah (agama Persia) ini tidak pernah berjihad melawan kaum kufar, baik itu Nashrani, Yahudi, musyrikin, dan orang-orang atheis. Syiah tidak punya sejarah jihad menghadapi kaum kufar. “Jihad” kaum Syiah sebagian besar diarahkan untuk menyerang kaum Sunni, sejak zaman dahulu sampai saat ini.
Mula-mula Syiah di Kufah mengundang Husein Radhiyallahu ‘Anhu datang ke Kufah, katanya mau dibaiat. Karena Husein sudah berangkat ke Kufah, oleh penguasa kala itu (Yazid bin Muawiyah) Husein dianggap bughat, sehingga boleh ditumpas. Waktu tiba di Kufah, tak satu pun kaum Syiah keluar untuk membaiat, menolong dan mendukung Husein. Posisi Husein sangat terjepit, akan kembali ke Madinah, dia sudah dianggap bughat. Meminta bantuan Kufah, tak satu pun Syiah yang akan menolong. Akhirnya, Husein ditumpas di Padang Karbala. Bahkan kala penumpasan itu, tak satu pun hidung Syiah menampakkan diri, walau sekedar untuk menolong korban dari pihak Husein dan keluarganya. Nah, peristiwa pembantaian Husein oleh kaum Syiah itulah yang selalu mereka rayakan dan nikmati dalam momen-momen Asyura. Air mata mereka mengutuk para pembunuh Husein, sedangkan hati mereka berucap: “Alhamdulillah Husein dan keluarganya telah binasa di Karbala.”
“Jihad” kaum Syiah berikutnya ialah membantu Hulagu Khan (penguasa Mongol) untuk menumpas Khilafah Abbassiyah. Kemudian mereka berusaha melenyapkan kaum Sunni di Mesir, tetapi berhasil ditumpas oleh Nuruddin Mahmud Zanki. Mereka terus menikam perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi. Mereka juga selalu menjadi musuh Khilafah Turki Utsmani, selalu kerjasama dengan negara-negara Nashrani Eropa untuk melemahkan Khilafah Turki. Di zaman kontemporer, Revolusi Khomeini di Iran telah menumpas Ahlus Sunnah di Iran. Mereka juga menikam perjuangan mujahidin di Afghanistan. Mereka membantai Ahlus Sunnah di Irak, Libanon, Suriah, Yaman, bahkan mereka hampir menguasai Bahrain.
Singkat kata, tidak ada Jihad kaum Syiah dalam sejarah, selain “jihad” yang diarahkan untuk memusnahkan dan menghancur-leburkan kaum Sunni. Sejarah klasik dan modern sudah memaparkan fakta. Bahkan dalam kasus Iran Contra Gate terbongkar skandal besar. Ternyata, di balik gerakan Kontra di Nikaragua, Amerika memasok senjata kepada para gerilyawan itu. Darimana dananya? Dari hasil kerjasama jual-beli minyak dengan Iran. Padahal dalam kampanye dunia, sudah dimaklumkan bahwa Amerika itu sedang konflik dengan Iran. Tetapi di balik itu ada sandiwara “jual-beli minyak” yang menggelikan. Kasus ini sangat terkenal, sehingga seorang kolonel Amerika dikorbankan sebagai tumbalnya.
KETIGA. Apa sih yang dilakukan Hizbullah (Syiah Rafidhah) di Libanon kepada Israel? Apakah dia terlibat perang terbuka dengan Israel? Apakah dia menduduki wilayah Israel dan berusaha mengusir penduduk Yahudi? Ternyata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya melepaskan tembakan mortir ke arah pasukan Israel atau wilayah Israel. Atau mereka melakukan tembakan senapan, atau tembakan rudal anti tank. Hanya itu saja. Mereka tidak pernah terlibat perang terbuka vis a vis, seperti para pejuang Ahlus Sunnah di Irak, Afghanistan, Chechnya dan lainnya. Jadi singkat kata, aksi-aksi Hizbullah itu hanya semacam “main-main” untuk membuang amunisi-amunisi ringan. Itu saja kok.
KEEMPAT. Dalam sejarah perang Arab-Israel, sejak merdeka tahun 1948 Israel sudah berkali-kali bertempur dengan pasukan Arab. Yang terkenal adalah perang tahun 48, perang tahun 67, dan perang tahun 70-an. Ia kerap disebut perang Arab-Israel. Setelah itu belum ada lagi perang yang significant. Dalam sejarah ini, lagi-lagi tiada peranan Iran sama sekali. Bahkan ketika Ghaza dihancur-leburkan Israel pada tahun 2008-2009 lalu, Iran lagi-lagi tidak terlibat apa-apa. Jadi, apa yang bisa dibanggakan dari manusia-manusia pemeluk agama Persia (Syiah Rafidhah) itu?
KELIMA. Menurut Ustadz Farid Okbah, di Iran itu sangat banyak orang-orang Yahudi. Menurut informasi, jumlahnya bisa mencapai 50.000 jiwa. Mereka bisa hidup aman dan sentosa di Iran, sedangkan Ahlus Sunnah hidupnya sangat menderita disana. Iran bersikap welcome kepada kaum Yahudi, dan sangat ofensif kepada kaum Muslimin. Ini adalah realitas yang sangat menyedihkan. Makanya tidak salah kalau ada yang mengatakan, Rafidhah lebih sadis dari orang-orang kafir lain.
Contoh yang sangat unik ialah kerjasama antara Hamas dan Iran. Banyak orang menyebutkan, Hamas kerap kerjasama dengan Iran. Hal itu konon berdasarkan sikap Syaikh Al Bana yang dulunya pernah berujar, bahwa Syiah adalah sesama saudara Muslim juga. Mereka sama-sama Ahlul Qiblah. Tetapi realitasnya, Ikhwanul Muslimin di Suriah dibantai puluhan ribu manusia disana oleh regim Hafezh Assad. Ternyata, regim itu dan anaknya, dibantu oleh Iran juga. Nah, ini kan sangat ironis. Hamas kerjasama dengan Iran, sementara Al Ikhwan di Suriah dibantai oleh regim Suriah yang didukung oleh Iran.
KEENAM. Propaganda bahwa Syiah Rafidhah itu musuh Zionis Israel, semua ini hanya propaganda belaka. Sejatinya mereka itu teman-karib, sahabat dekat, saling tolong-menolong, sebagian menjadi wali atas sebagian yang lain. Mereka ini selamanya tak akan pernah terlibat dalam peperangan. Kaum Yahudi membutuhkan Iran, sebagai seteru Ahlus Sunnah. Sedangkan Iran membutuhkan Yahudi, juga sebagai seteru Ahlus Sunnah. Dalam hadits Nabi Saw juga disebutkan bahwa kelak dajjal akan muncul dari Isfahan (salah satu kota di Iran yang saat ini banyak dihuni Yahudi) dengan 70.000 pasukan. Yahudi membutuhkan Iran, karena darinya akan muncul pemimpin mereka. Dan dalam literatur-literatur Syiah, sosok dajjal itu sebenarnya adalah sosok “Al Mahdi Al Muntazhar” yang selalu mereka tunggu-tunggu. Begitulah, banyak kesamaan kepentingan antara Syiah dan Yahudi.
KETUJUH. Fakta berikutnya yang sangat mencengangkan. Ternyata Syiah Iran juga menjalin kerjasama dengan China dan Rusia, dua negara dedengkotnya Komunis. Mereka ini umumnya kerjasama dalam soal industri, perdagangan, dan jual-beli senjata. Ketika Amerika berniat menjatuhkan sanksi akibat instalasi nuklir Iran, segera China dan Rusia memveto niatan itu. Kedua negara terang-terangan membela Iran. Begitu juga China dan Rusia juga membela regim Bashar Assad (semoga Allah Al Aziz segera memecahkan kepala manusia durjana satu ini, amin ya Mujibas sa’ilin) dari ancaman sanksi internasional. Sedangkan kita tahu, regim Suriah sangat dekat koneksinya dengan Iran. Jadi, kita bisa simpulkan sendiri posisi Iran di mata China, Rusia, dan regim Suriah.
Jadi kalau kemudian kita mendengar propaganda Syiah anti Yahudi, Syiah anti Amerika, Syiah anti Zionis, dan sebagainya…ya sudahlah, saya akan ketawa saja. Tidak usah dianggap serius. Anggaplah semua itu hanya “olah-raga kata-kata” saja (meminjam istilah seorang politisi busuk). Syiah selamanya akan berkawan dengan kaum kufar dan sangat apriori dengan kaum Muslimin (Ahlus Sunnah). Mereka itu lahir dari sejarah kita, tetapi wujud dan hatinya milik orang kafir. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat. Semoga kita semakin sadar, bahwa Syiah Rafidhah bukanlah kawan. Mereka membutuhkan istilah kawan selagi masih lemah. Nanti kalau sudah kuat, mereka akan menghancur-leburkan Ahlus Sunnah. Tetapi cukuplah Allah Ta’ala sebagai Wali, Pelindung, dan Penolong kita. Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penjaga. Walhamdulillahi Rabbil a’alamiin

Rabu, 21 Maret 2012


 1416 10share1418
Yvone Ridley
Muslimahzone.com - Yvone Ridley, WartawatiSunday Express, berwarganegara dan tinggal di Inggris, yang ditangkap dan ditawan Mujahidin Taliban di Afghanistan kini telah menjadi muslimah, daiyah yang berkeliling dunia untuk menyerukan kebenaran Islam. Berikut kisah keislamannya.
Belajar Shalat di Penjara
Selama di penjara dan menjadi tahanan pasukan Taliban, aku menjadi tawanan terdekil. Maklumlah tidak ada air untuk membasuh muka. Aku juga diinterogasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku bingung. Pasukan Taliban juga membuat mentalku jatuh, aku pernah ditanya selama seharian. Aku semula membenci mereka yang menangkapku. Aku meludahi mereka, kasar terhadap mereka dan menolak makan. Aku tertarik Islam hanya ketika aku sudah bebas.
Meski begitu, aku diperlakukan secara terhormat dan baik sekali. Mereka mengatakan bahwa kalau aku sedih, maka mereka akan sedih juga. “Aku tidak percaya dengan semua yang aku alami. Orang pasti akan mengira aku akan diperlakukan secara tidak adil dan disiksa seperti tawanan perang,”tulisku dalam buku harian yang aku catat setiap hari.
Sulit dipercaya, apa yang aku gambarkan tentang keganasan pasukan Taliban ternyata tidak seburuk apa yang aku lihat. Selama di penjara tiap hari aku bangun dan melihat mereka melakukan salat berjamaah dan penuh dengan kekhusyuan. Terkadang aku juga menirukan cara mereka salat. Ada perasaan lain saat aku melakukan salat. Padahal aku dikurung bersama 10 missionaris Kristen. Mereka tiap pagi menyanyikan pujian doa. Tapi, aku tidak terpengaruh malah aku tertarik kepada cara mereka salat dan memperlakukan tawanan.
Aku dibebaskan oleh Mullah Omar pemimpin tertinggi pasukan Taliban. Mereka memperlakukan aku dengan penuh hormat dan baik sekali. Sampai aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa sekembaliku ke London aku akan mempelajari agama Islam.
Setiap lembar demi lembar Alquran aku baca. Aku makin tertarik dan membuatku kagum akan isi dan makna yang terkandung di dalamnya. Aku pernah diberi buku karangan Syeikh Abu Hamzah Al Masri. Isinya diterangkan soal pentingnya wanita menjaga diri dengan pakaian yang islami. Sampai-sampai aku membuka sekolah di Soho, London khusus untuk mempelajari Islam Taliban dan ajarannya bagi masyarakat London.

Terkesan Surat An Nisa karena Menghargai Wanita
Ketika, aku memutuskan untuk masuk Islam, aku disudutkan oleh banyak orang. Ada yang mengatakan, bahwa aku gila. Namun, aku membantahnya. Ketika aku mengatakan bahwa Islam tidak seburuk yang mereka pikir, aku disangka telah dicuci otak. Hampir semua orang menganggap aku kerasukan setan.
Aku disuruh untuk keluar dari Islam. Tapi aku tolak. Aku hanya percaya apa yang aku baca dalam Alquran. Di situlah perjalanan Islam-ku mulai tumbuh.
Ketertarikanku akan Islam karena adanya persamaan jenis kelamin. Dalam Alquran dinyatakan bahwa Tuhan tidak melihat jenis kelamin atau warna kulit. Namun, hanya melihat keimanan mereka. Bahkan Alquran memuat ayat tersendiri khusus wanita dengan segala problematikanya. Aku pikir Alquran adalah pemerjuang hak-hak perempuan dalam segala hal, termasuk soal perceraian yang sudah diatur 1500 tahun yang lampau
Ketertarikanku akan Islam karena adanya persamaan jenis kelamin. Dalam Alquran dinyatakan bahwa Tuhan tidak melihat jenis kelamin atau warna kulit. Namun, hanya melihat keimanan mereka. Bahkan Alquran memuat ayat tersendiri khusus wanita dengan segala problematikanya. Aku pikir Alquran adalah pemerjuang hak-hak perempuan dalam segala hal, termasuk soal perceraian yang sudah diatur 1500 tahun yang lampau. Sungguh hebat setiap kali aku buka tiap lembar dari Alquran.
Islam begitu menghargai wanita dalam soal kedudukan dan status. Dalam Alquran dinyatakan dengan jelas tentang kesempurnaan Islam dalam memandang wanita. Dalam pandangan kelompok Islam Taliban aku melihat banyak wanita muslimah yang tolong-menolong dalam mendidik anak, mencuci pakaian, dan belajar agama.
Pemandangan ini tentu tidak ada di negeri Barat yang aku pahami. Sering kali di Inggris para wanita dan laki-laki hanya sibuk mencaci dan mengkritik soal berat badan dan warna kulit.
Tahun 2003 aku dipecat dari Sunday Express karena keislamanku. Berbagai ancaman menghinggapi bahkan, tidak hanya ancaman yang aku terima. Visaku dibatalkan, aku benar-benar dalam masalah. Hidupku seperti dihancurkan oleh sistem politik yang tidak menguntungkan. Tapi aku tidak menyerah
Tahun 2003 aku dipecat dari Sunday Express karena keislamanku. Berbagai ancaman menghinggapi bahkan, tidak hanya ancaman yang aku terima. Visaku dibatalkan, aku benar-benar dalam masalah. Hidupku seperti dihancurkan oleh sistem politik yang tidak menguntungkan. Tapi aku tidak menyerah.
Apalagi ketika liputanku soal Usamah bin Laden ditayangkan. Aku sempat dituduh sebagai tersangka.
Ridley Memang Telah Berubah
Aku dulunya adalah penganut Kristen Protestant di Stanley dan menjadi penyanyi gereja di sana. Aku juga seorang guru agama di Sunday School. Tetapi, sekarang Aku menjadi muslimah yang getol menyuarakan tentang perdamaian dalam Islam.
Ia juga menyatakan,”Aku tidak pernah mengenali Muhammad sebelum ini tetapi pada hari ini Aku sanggup mati demi Muhammad SallaLlahu ‘Alaihi Wa Salam.”
Oleh: Abu Ikrimah Al-Bassam
Sumber : Mutiara Amaly Vol. 46
2009
(zafaran/muslimahzone.com)

Senin, 05 Maret 2012


Oleh Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata :
"Tatkala 'Amr bin Hajr mendatangi 'Auf bin Mahlam As-Syaibaani untuk melamar putrinya yaitu Ummu Iyaas, maka 'Auf berkata, "Aku akan menikahkan putriku kepadamu dengan syarat aku yang akan memberi nama putra-putranya dan aku yang akan menikahkan putri-putrinya kelak". Maka 'Amr bin Hajr berkata, Adapun putra-putra kami maka kami menamakan mereka dengan nama-nama kami dan nama-nama bapak-bapak kami dan nama-nama paman-paman kami. Adapun putri-putri kami maka yagn akan menikahi mereka adalah yang setara dengan mereka dari kalangan kerajaan, akan tetapi aku akan memberikan kepadanya mahar sebuah bangunan di Kindah, dan aku akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kaumnya, tidak seorangpun dari mereka yang akan ditolak hajatnya". Maka sang ayah ('Auf) pun menerima mahar tersebut lalu menikahkan 'Amr dengan putrinya Ummu Iyaas.
Tatkala 'Amar akan membawa sang putri maka datanglah sang ibu menasehati empat mata kepada sang putri seraya berkata:
أَيْ بُنَيَّةِ، إِنَّكِ فَارَقْتِ بَيْتَكِ الَّذِي مِنْهُ خَرَجْتِ، وَعَشِّكِ الَّذِي فِيْهِ دَرَجْتِ، إِلَى رَجُلٍ لَمْ تَعْرِفِيْهِ، وَقَرِيْنٍ لَمْ تَأْلَفِيْهِ، فَكُوْنِي لَهُ أَمَةً يَكُنْ لَكِ عَبْدًا، وَاحْفَظِي لَهُ خِصَالاً عَشْراً يَكُنْ لَكِ ذُخْرَا
"Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan rumahmu -yang di situlah engkau dilahirkan dan sarangmu tempat engkau tumbuh- kepada seorang lelaki asing yang engkau tidak mengenalnya dan teman (*hidup baru) yang engkau tidak terbiasa dengannya. Maka jadilah engkau seorang budak wanita baginya maka niscaya ia akan menjadi budak lelakimu. Hendaknya engkau memperhatikan dan menjaga 10 perkara untuknya maka niscaya akan menjadi modal dan simpananmu kelak.
أَمَّا الْأُوْلَى وَالثَّانِيَةُ: فَالْخُشُوْعُ لَهُ بِالْقَنَاعَةِ، وَحُسْنِ السَّمْعِ لَهُ وَالطَّاعَةِ
"Adapun perkara yang pertama dan kedua adalah (1) Tunduk kepadanya dengan sifat qonaah, serta (2) mendengar dan taat dengan baik kepadanya"
وَأَّمَّا الثَّالِثَةُ وَالرَّابِعَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِمَوْضِعِ عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ، فَلاَ تَقَعُ عَيْنُهُ مِنْكِ عَلَى قَبِيْحٍ، وَلاَ يَشُمُّ مِنْكِ إِلاَّ أَطْيَبَ رِيْحٍ
"Adapun perkara yang ketiga dan keempat yaitu engkau memperhatikan pandangan dan ciumannya, maka (3) jangan sampai matanya melihat sesuatu yang buruk dari dirimu dan (4) jangan sampai ia mencium darimu kecuali bau yang terharum"
وَأَمَّا الْخَامِسَةُ وَالسَّادِسَةُ: فَالتَّفَقُّدُ لِوَقْتِ مَنَامِهِ وَطَعَامِهِ، فَإِنَّ حَرَارَةُ الْجُوْعِ مُلْهِبَةٌ، وَتَنْغِيْصَ النَّوْمِ مُغْضِبَةٌ
"Adapun perkara yang kelima dan keenam adalah (5 & 6) memperhatikan waktu tidurnya dan makannya, karena panasnya lapar itu membakar dan kurangnya tidur menimbulkan kemarahan"
وَأَمَّا السَّابِعَةُ وَالثَّامِنَةُ: فَالاِحْتِفَاظُ بِمَالِهِ، وَالْإِرْعَاءُ عَلَى حَشْمِهِ وَعِيَالِهِ، وَمِلاَكُ الْأَمْرِ فِي الْمَالِ حُسْنُ التَّقْدِيْرِ، وَفِي الْعِيَالِ حُسْنُ التَّدْبِيْرِ
"Adapun perkara ketujuh dan kedelapan ; (7) menjaga hartanya dan (8) perhatian terhadap kerabatnya dan anak-anaknya. Dan kunci pengurusan harta adalah penempatan harta sesuai ukurannya dan kunci perhatian anak-anak adalah bagusnya pengaturan"
وَأَمَّا التَّاسِعَةُ وَالْعَاشِرَةُ: فَلاَ تَعْصِنَّ لَهُ أَمْرًا وَلاَ تَفْشِنَّ لَهُ سِرًّا، فَإِنَّكِ إِنْ خَالَفْتِ أَمْرَهُ أَوْغَرْتِ صَدْرَهُ، وَإِنْ أَفْشَيْتِ سِرَّهُ لَمْ تَأْمَنِي غَدْرَهُ
"Adapun perkara yang kesembilan dan kesepuluh adalah (9) janganlah sekali-kali engkau membantah perintahnya dan (10) janganlah sekali-sekali engkau menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya maka engkau akan memanaskan dadanya, dan jika engkau menyebarkan rahasianya maka engkau tidak akan aman dari pengkhianatannya"
ثُمَّ إِيَّاكِ وَالْفَرَحَ بَيْنِ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ مُهْتَمًّا، وَالْكَآبَةَ بَيْنَ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ فَرِحاً.
"Kemudian hati-hatilah engkau jangan sampai engkau gembira tatkala ia sedang bersedih, dan janganlah bersedih tatkala ia sedang bergembira."
Al-'Abaas bin Khoolid As-Sahmi berkata, "Maka kemudian Ummu Iyaas pun melahirkan bagi 'Amr bin Hajr anaknya yang bernama Al-Haarits bin 'Amr, yang ia merupakan kakek dari Umrul Qois penyair dan pujangga yang tersohor."
(Dari kitab Al-'Aqd Al-Fariid karya Al-Faqiih Ahmad bin Muhammad bin Abdi Robbihi Al-Andaluusi, tahqiq : DR Mufiid Muhammad, jilid 7 hal 89-90, Daarul Kutub al-'Ilmiyah, cetakan pertama, tahun 1983)
www.firanda.com

Menolak Kedudukan dan Gaji Besar

Kamis, 09/02/2012 09:11 WIB | Arsip | Cetak
oleh Hasan al-Banna
Secercah cahaya melintasi alam raya. Bak musafir yang datang berkunjung. Tiba-tiba pergi lagi dan meninggalkan tempat persinggahannya. Seperti itulah Hasan al-Banna.
Apa yang dapat diambil oleh seberkas cahaya itu dari dunia persinggahannya? Apa yang dapat ia peroleh dari alam raya ini? Tidak ada! Tapi apa yag ditinggalkan seberkas cahaya ini, ketika ia datang berkunjung dengan segala kesucian dan keagungannya? Sesungguhnya ia meninggalkan banyak hal. Terutama saat cahaya itu dalam perasaannya dan bagi mereka yang telah disucikan dan dibersihkan oleh iman dan Islam. Itulah yang dibawa Hasan al-Banna.
Lelaki itu lahir, saat gelombang materialisme menghantam kehidupan kaum muslimin. Menghancurkan akalnya, perasaannya, agamanya. Lalu, manusia menjadi bagian dari materialisme. Nafsu manusia sepadan dengan materialisme yang menjadi tabiat manusia. Termasuk kaum muslimin kala itu. Orang-orang muda kehilangan elan perjuangan terhadap agamanya. Mereka lebih suka menikmati kehidupan dunia yang gemerlap.
Hasan al-Banna : "Materi telah menyangsarakan umat manusia dan kaum muslimin. Materi menjadikan mata kaum muslimin nanar. Tidak dapat lagi membedakan antara halal dan haram. Antara haq dan bathil. Kaum muslimin telah terperangkap dalam dunia materialisme"tukasnya.
"Manusia telah tertipu dengan kehendak nafsunya. Mereka berkompromi dengan segala kesesatan dan kebathilan yang terus menyengsarakan. Tanpa terasa. Mereka telah berada di tubir kehancuran. Mereka berlari sepanjang kehidupan. Mencari dan mengejar dunia. Mereka tidak bersikap zuhud terhadap dunia. Karena itu, manusia dan sebagian kaum muslimin, yang tersesat dan mengejar dunia, mereka menjadi tersesat  dalam lembah kehinaan. Berada di kerak dunia", tambahnya.
Hakekatnya apapun yang ditawarkan dunia, berbentuk keindahan dan kenikmatan, tidak sebanding dengan janji dan anugerah yang bakal diberikan kepada manusia yang lebih mencintai Allah, Rasul, Kitabnya (al-Qur'an), serta orang-orang mukmin. Mereka itulah yang akan mendapatkan kemenangan dan kenikmatan yang kekal. Mereka yang berlari mengejar ampunan dan rahmat-Nya, pasti akan lebih mulia hidupnya kelak.
Apa artinya kekuasaan, jabatan, harta, pangkat serta berbagai pernik-pernik kehidupan duniawi, kalau hanya membuat manusia itu, kemudian tidak taat dan beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla. Mereka makan harta-harta dengan lahap, menerima imbalan dan gaji dari para thogut, serta makan dengan tamak. Banyak diantara mereka dengan perut yang buncit kekeyangan dengan harta haram.
Lalu, mereka melupakan Dzat Yang Maha Agung. Melupakan Dzat Yang Maha Rahman dan Rahim. Melupakan Dzat Yang Penuh dengan Janji Ampunan dan Surga-Nya. Tak ada lagi yang menyamainya. Apapun kehidupan di dunia. Betapapun kenikmatan dan keindahan di dunia yang dipertontonkan itu, semuanya tak berharga kelak dihadapan Allah Azza Wa Jalla.
Manusia-manusia yang mengejar dunia akan menjadi malu, hina, dan tak berharga nantinya kelak dihadapan Allah Rabbul Alamin. Tanpa bekal iman dan taqwa. Semuanya yang menjadi kebanggaan selama di dunia itu, hanyalah nisbi. Kebanggaan-kebanggan palsu itu akan pergi dan berpisah. Tak ada yang dapat kekal bersama dengan manusia semua akan pergi bersama dengan datangnya kematian. Sadarlah.
Kematian akan segera menghampiri. Tidak akan ada yang dapat menolaknya. Tak ada dapat menghindar. Sekuat apapun manusia. Baginda Rasul Shallahu Alaihi Wassalam, manusia yang paling dikasihi oleh Allah Rabbul Alamin, justru saat sedang sekaratul maut di datangi Malaikat Jibril, ditawarkan agar tidak segera dicabut nyawanya. Diberi kehidupan dan umur yang lebih panjang. Tetapi, kekasih Allah Rabbul Alamin, yaitu Mohammad Shallahu Alaihi Wassalam, memilih agar segera dapat menemui Rabbnya. Tidak lagi ditangguhkan kematiannya.
Betapa manusia-manusia yang sudah terbelenggu dengan kehidupan dan kenikmatan dunia, ingin hidup sepanjang waktu, kekal, dan tidak ingin mati. Tetapi mereka semua tidak dapat menolak kematian. Mereka yang ingin hidup di dunia lebih lama, akhirnya harus meninggalkan dunia yang mereka cintai itu. Mereka menjadi hina dihadapan Allah Azza Wa Jalla. Semua kemewahan dan kenikmatan dunia itu, tak berharga dihadapan Allah Rabbu Alamin. Mereka mendapatkan azab.
Allah berfirman :
"Allah akan meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang dikehendaki". (QS : Ibrahim : 27)
Banyak orang yang saat ajalnya sudah mendekat, dan mereka sedang bermaksiat, dan dosa mereka menggunung. Mereka menikmati kehidupan dunia, menjual aqidah mereka kepada musuh Allah, durhaka, dan meninggalkan semua perintahnya. Tidak lagi mau tunduk dan patuh terhadap Allah Azza Wa Jalla. Mereka telah masuk ke dalam perangkap kehidupan dunia. Wallahu'alam